Jumat, 27 Maret 2020

▪DEMI MASA dan DEMI KAMU ▪


Demi Masa dan Demi Kamu
Hari gini yang hobi nonton drakor dibikin susah move on dari #Ri Jung Hyuk yang jor-joran gila demi ngelindungan #Yoon Seri. Ada juga yang keluar bioskop meltednya gak ilang-ilang cuman gara-gara di 'speak-firaunin' Dilan yang bilang gak rela kamu nanggung yang berat-berat biar cuman sekedar rindu. JiahhhπŸ˜‹Jika kamu masih terjebak hallu. Fix! kalian butuh rekomendasi psikologh demi kelangsungan kewarasan πŸ˜„πŸ˜„ Back to the reality  please.. Meski manusia gak layak sama sekali dibandingkan sama Tuhan, tapi sadarlah Allah sudah melakukan lebih tak hingga dari itu. Kitanya aja yang gak peka.

Begitu cinta dan perhatiannya Allah. Dia cemas tak ingin kita menyia-nyiakan hidup yang sejenak ini. Allah mengingatkan penuh cinta lewat tiga kalimat  di Al Quran dalam surat yang syahdu "Demi Masa".
Yaa.. Demi Masa itu diturunkan Demi Kamu.
Demi kehidupan kita supaya selamat di dunia dan di akhirat. 

Makanya kurang-kurangin yukk toxic time nya. Menej waktu supaya setiap yang kita lakuin tuh gak mubazir.  Karena memperlakukan waktu dengan baik adalah juga bentuk rasa bersyukur. Setiap orang dikasih jatah yang sama 24 jam/hari. Kalo hidupmu gak maju, salahnya berarti bukan di waktu atau takdir. Tapi kemauan dan kemampuanmu yang belum maksimal.


My Best Time Management 
Sebagai seorang blogger, ibu, anak dan perempuan muda aku dituntut tanpa sadar mesti mampu mengatur waktu dengan efektif.

πŸ•– waktu untuk anak mutlak dan konsisten. Panggilan prestisius "Mammi" dari dua bocah aktif, membuatku selalu memastikan anak-anak dapetin waktu terbaik dariku. Saat mereka makan, main, belajar, hingga tidur, aku selalu ada disisi mereka. Membesarkan dan mendidik itu satu paket. Sekolah aja gak cukup membangun karakter mereka di masa depan. Mamminya mesti jadi garda terdepan membentuk kepribadian mereka dengan bonding yang kuat dan iman yang kokoh. Jadi buatku quality dan quantity time buat anak adalah rutinitas non jadwal yang mutlak dan konsisten. 

πŸ•€ waktu untuk orang tua dikokohkan. Di waktu yang sama aku adalah seorang anak. Gak ada satupun manusia di bumi ini yang ngejugrug di dunia keluar dari batu. Semua pasti keluar dari rahim seorang ibu. Qadarullah Mamaku seminggu empat kali ke rumah sakit, 'nengokin' ahli bedah syaraf dan fisioterapi. Merawat orang tua waktu yang paling dikokohkan. Jadwal ke rumah sakit dan segala permintaanya adalah perintah. 

Dan sisa waktu malamku selain untuk istirahat, adalah untuk ngedrafting ngejar deadline, dan DM Yang Maha  Rahman. Lalu masih sisakah waktu buat nyenengin diri sendiri alias me time? Kalo 24 jam habis buat anak-anak, orang tua, pekerjaan rumah dan meniti usaha?

πŸ•–Me Time is my Previlage Seperti lumrahnya perempuan, aku juga punya kesenangan. Nonton dan outing adalah hobiku. Sebagai lifestyle blogger nonton dan outing bisa kulakukan sebagai hobi yang jadi pekerjaan. Buatku itu adalah hadiah dari kemampuanku mengatur waktu dengan baik. Privilage yang amat sangat aku syukuri hari ini.

You may delay but time will not.


Tulisan ini adalah kolaborasiku dengan Bandung Hijab Blogger 

Postingan Populer